Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Oktober 2011

Belajar Ilmu Hidup dari 'The Five People You Meet in Heaven'

Meniti Bianglala - The Five People You Meet In HeavenMeniti Bianglala - The Five People You Meet In Heaven by Mitch Albom
My rating: 4 of 5 stars

Seperti Tuesday with Morrie buku ini mencoba mengajak kita untuk memaknai hidup kita. Melihatnya dari dekat kematian. Jika pada Tuesday with Morrie kita belajar mengenai hidup dan arti hidup dari seseorang yang sedang menghadapi kematian, pada buku ini kita akan diajak belajar mengenai hidup dari seseorang yang sudah mati.

Eddie Maintenance begitu ia disebut. Nama aslinya adalah Edward. Ia mendapatkan julukan itu karena ia bekerja sebagai tukang maintenance di Ruby Pier sebuah taman bermain di dekat pantai dan dermaga di Amerika. Sama dengan cara berceritanya di Tuesday with MorrieMitch Albom tetap menggunakan alur maju mundur di buku ini.

Buku ini bercerita tentang perjalanan kematian Eddie. Setelah kecelakaan yang dialaminya di Ruby Pier, Eddie meninggalkan. Di alam baka, sepertinya judul bukunya, ia bertemu dengan lima orang. Lima orang yang akan menjelaskan kepadanya tentang hidupnya. Menjelaskan padanya arti hidupnya. Juga mengajak kita merenung tentang arti hidup kita sendiri.

Lima orang yang ditemuinya di alam baka, merupakan orang-orang yang berhubungan dengan kehidupannya, entah ia mengenalnya dengan baik ataupun mungkin sama sekali tidak kenal. Mereka semua berhubungan dengan kehidupan Eddie dan merekalah yang akan menjelaskan tentang hal-hal yang mungkin selama ini tak disadari oleh Eddie.

Selasa Sehat #2

Jalan sehat di hari selasa
Lanjutan dari Selasa Sehat #1
Sampai di lantai dua, gak banyak cangcingcong aku langsung menuju komputer katalog untuk searching rak tempat buku yang pengen kubeli. Karena udah jalan jauh-jauh ke Petra TM, aku gak mau hanya dateng demi satu buku saja. Akhirnya aku putuskan untuk membeli 'The Five People You Meet in Heaven' karya Mitch Albom. Gak pake lama, akhirnya aku menemukan buku Mitch Albom itu. Berjalan ke arah kasir, mampir ke Rak C.RP7 langsung ambil 'Soetanto Effect; Ubah Orang Buangan Jadi Rebutan'


Ada satu hal yang membuatku sedikit menyesal adalah aku datang jam 11 lebih. Kenapa menyesal? Soalnya aku udah melewati 100 buku pertama, artinya aku melewatkan diskon tambahan :(. Tapi aku gak mau lebih rugi lagi dengan tidak membeli apa-apa.

Urusan dengan kasih sudah selesai, aku langsung balik badan berjalan lagi ke arah buku-buku kuliah. Bukan karena ingin nyari buku. Hanya sengaja biar dapet angin atau kena AC. Males lama-lama, aku langsung cabut dan turun. Sampe di tangga paling bawah, view Cafe dan kursi-kursi langsung masuk ke mata. "Ehm... kayake asyik nih kalo baca buku sambil duduk-duduk di sini. Daripada baca di kos, panas dan gak pake meja," batinku.

Tiga yang sudah aku beli, aku letakkan di meja. Aku duduk. Sejenak aku bingung, buku yang mana yang mau aku baca terlebih dahulu.

Jumat, 21 Oktober 2011

Membangkitkan Semangat Siswa dengan "Soetanto Effect"

Soetanto Effect: Ubah Orang Buangan Jadi Rebutan

Soetanto Effect: Ubah Orang Buangan Jadi Rebutan by Ken Kawan Soetanto
My rating: 3 of 5 stars

Pertama baca deskripsi dan review singkat di Majalah Kick Andy, aku langsung tertarik dan mewajibkan diriku untuk membeli. Aku suka tema tentang motivasi dan pendidikan. Apalagi buku-buku yang spesifik tentang bagaimana mengubah seorang siswa yang malas-malasan menjadi siswa yang memiliki motivasi intrinsik dan semangat juang.

Buku ini menceritakan itu semuanya, ditambah dengan secuil kisah hidup Ken Soetanto selama di Indonesia dan perjuangannya ke Jepang dan Amerika hingga saat ini. Buku ini layak dibaca oleh para pendidik dan calon pendidik, juga bagi orang-orang yang concern dengan dunia pendidikan. Dibuku ini dibahas secara singkat bagaimana Pak Ken Soetanto mengubah siswa-siswa yang malas menjadi pribadi yang tangguh dan banyak dilamar oleh perusahaan. Di buku ini juga disertakan bagaimana komentar siswa-siswanya tentang metode mengajar Ken Soetanto.

Namun yang membuat aku sedikit kecewa adalah beberapa pembahasan (terutama di bagian tengah-tengah) seperti melebar kemana-mana dan bahasanya juga sangat sulit dipahami. Seperti diterjemahkan dari bahasa Jepang ke bahasa Indonesia dengan google translate. Untuk inspirasi dan referensi motivasi dan pendidikan, masih bolehlah.

Tapi kalau bisa bahasa Jepang atau Mandarin atau Inggris dengan lancar (bahasa tulisan), mungkin akan lebih baik juga untuk merujuk ke website Ken Kawan Soetanto.

View all my reviews

Selasa, 18 Oktober 2011

Selasa Sehat #1

Gambar diambil dari safetyku.com
Hari ini selasa. Aku sengaja ingin 'berlibur'. Menghabiskan waktu semauku. Tak usah pergi ke kampus, tak usah masuk ke tempat magang.

Sudah dari kemarin aku ingin beli buku. Keadaanku kemarin petang memang tak lena. Ingin rasanya mengumpat pada semua lalu lintas kendaraan di Dharmawangsa. Sungguh angin petang itu tak membuatku merasa nyaman. Suara motor dan mobil menjadi sangat bising. Kepala rasanya ditekan-tekan begitu kuat oleh sesuatu atau mungkin seseorang. Dada rasanya berat juga. Bernapas masih, tapi rasanya aneh. Perut pun rasanya tak lena. Seperti lapar tapi tak ingin makan. Mungkin angin sudah mendahului menempati semua area yang ada di dalamnya.

Aku sore itu dari tempat magang, pulang hampir isya'. Tak langsung pulang aku pergi ke toko buku. Sepertinya sukses Pak Iwan, salah satu dosenku meracuniku untuk hunting buku 'Patriot' yang ditulis oleh Maria Audrey Lukito. Benar-benar penasaran aku langsung meluncur ke Petra Toga Mas. Informasi bahwa buku itu hanya di jual di toko buku Gramedia, tak aku hiraukan. Dan kecewalah diriku